Manfaatkanlah Waktu sebaik-baiknya karena Waktu Tak Akan Pernah Terulang

WIB WITA WIT

Umur, Cinta dan Sahabat



 Terdengar aneh sayup sayup kata yang terucap. Ini nyata, ini bukanlah guyonan anak kecil lagi. satu titik dua koma, Ayu cantik ganteng yang punya.

Tak tahu arah, tak tau yang salah, tak. Inilah pengulangan hidup, roda berputar. Tak tahu dimana aku harus berdiri

Hadir lebih dulu. Bukan berarti kesempurnaan yang kumiliki, namun pengalaman hidup yang kumiliki. Walau itu ta cukup.

Celoteh tawa yang bibirmu pancarkan terdengar aneh di mataku. Apa ini yang kau tumbuhkan? Atau kau menumbuhkan di dua ladang?

Kini kian berbuah dan matang, tiap mata sanggup melihat buah diladang itu. Dibandingkan dengan ladangku yang sunyi senyap tanpa kehidupan walaupun sinar matahari dan hujan selalu ada diatas ladangku.

Inilah yang aku pilih. Ku mulai menanami kembali ladangku dengan benih lain tak ingin aku orang lain melihat benih yang dulu Memang sakit yang kurasakan. Sahabat sekaligus yang orang yang menumbuhkan benih-benih cinta untuku ku biarkan dimiliki orang lain. Ini mungkin salahku yang terlambat bergerak untuk mengungkapkan yang aku rasakan, tetapi aku sudah bukan anak kecil, bukan remaja , bukan juga anak-anak SMA yang bisa mencintai, menyayangi dan mengungkapkan perasaan dalam waktu 1 minggu ataupun 1 bulan bersama. Bagiku semua butuh proses. Mie instan saja butuh proses untuk bisa masuk perut dan mengenyangkan. Apalagi cinta. Tidaklah cukup 1bulan untuk mendapat kecocokan. Dengan itulah aku hidup dalam kecacatan.

Mungkin andai aku meng X-ray perasaan ku saat ini, akan banyak lubang yang kumiliki. Buatku itu bukanlah sakit yang kurasakan. Hanya luka kecil yang akan sembuh dengan berjalannya waktu dan dibalik itu ada senyum indah yang dia pancarkan, yang engkau pancarkan wahai sahabat, wahai sahabat dan adiku. Inilah yang aku pilih.

Tersenyumlah dengan bahagia yang kalian rasakan. Mengalah bukan berarti lemah, bukan juga seorang pecundang tetapi seorang yang berani . Berani ambil keputusan untuk menjaga rasa persahabatan
[Read More...]


Motivasi: Siapa Aku Yang Sebenarnya?



Aku akan selalu menemani kamu dimanapun, kapanpun dan bagaimanapun kamu.
Aku adalah dewa penolongmu yang terkuat, namun aku juga beban yang sangat berat untukmu.
Aku selalu dan sepenuhnya mematuhi perintah yang kamu berikan.
Aku akan membawa kepada puncak tertinggi dan aku akan membawamu ke jurang terdalam.

Aku bukanlah mesin, walaupun kinerjaku bak mesin yang dibumbui kepintaran manusiaa.
Aku mudah diatur, tunjukkanlah kepadaku bagaimana persisnya kamu menghendaki
sesuatu dikerjakan dan setelah beberapa kali aku akan mengerjakannya secara
otomatis.

95% pekerjaan yang kamu berikan akan ku kerjakan dengn tepat sekaligus cepat.

Aku adalah bawahnnya orang hebat, tapi akupun bawahannya orang pecundang. 
Aku senang membawamu pada keuntungan namun akupun senang melihatmu dalam kehancuran.
Latihlah aku, disiplinkanlah aku, aku akan membawakan dunia ini kebawah kakimu

Siapa kah aku?. " KEBIASAAN"

Dengan kebiasaan baik akan membawamu ke dunia orang-orang hebat.
Kebiasaan yang baik akan membawamu kepada sesuatu yang kamu impikan dalam waktu yang cukup singkat

[Read More...]


Motivasi: Hidup Ini Mudah



Seorang petani perkasa yang sedang santai didepan rumah dengan istri dan seorang tamu berkata pada anaknya

Petani: Nak, sana pergi kesawah dulu
Tamu : Tidak usahlah menyuruh anakmu kesawah dan bekerja keras, toh tanamanmu juga akan tumbuh seubur
Petani: Aku bukan sedang memupuk tanamanku tapi aku sedang memupuk anakku agar bisa tumbuh menjadi seorang yang hebat.

- Merawat anak bukan dengan memanjakan mereka, bukan juga hanya memberikan tempat tinggal, makan dan pakaian. Tetapi bimbinglah mereka agar bisa tumbuh dengan baik dan memahami pekerjaan. Dengan mengerti pekerjaan si anak akan menjadi seorang pekerja keras dan seorang pekerja keras identik dengan seorang yang hebat."

Suatu ketika terlihat sekerumunan orang sedang saling berdesakan untuk melamar pekerjaan.Datanglah seorang pelamar A dengan wajah penuh keringat menghampiri salah seorang yang terlihat rapi B
A : Saya belum terlambat kan?
B : Hampir saja kamu telambat, eh ngomong-ngomong ipkmu berapa?(sambil belagak sombong)
A : Dikit banget, hampir aja aku ga memenuhi persyaratan disini, 2,76
B : Hah??kamu nekat ya? aku aja yang IPK 3,6 ga masuk 20 besar
A : gpp, barangkali aja aku masuk

Sambil berjalan menelusuri lorong A dan B berbincang-bincang tentang masalah pekerjaan yang akan mereka lamar. Tiba-tiba si A berhenti karena melihat puntung rokok dan gelas bekas minuman yang sudah kotor tergeletak begitu saja di pinggir lorong.

A : Bentar yaa..
B : Mau kemana?
A : Itu mw ngambil sampah yang disana
B : Buat apa? kotor tau, lagian nanti juga ada yang bersihin
A : Udah biar aku aja

Tak disangka-sangka hal yang dilakukan pelamar A dilihat oleh salah seorang petinggi perusahaan dan alhasil Pelamar A yang IPKnya jauh lebih rendah dari pada B masuk perusahaan ternama itu sedangkan B langsung tersingkir

Tidak selamanya nilai menjadi patokan utama yang dilihat orang-orang. Dengan memelihara kebiasaan yang baik, orang akan menghargai dengan apresiasi maupun penghargaan yang tidak kamu sangka-sangka
[Read More...]


Buat Apa Kalian Kuliah?



Ketika aku ditanya oleh seseorang hebat di kampusku, Buat apa kamu kuliah?. 
" Mau Buat Gaya-gayan? gue kuliah di Universitas ternama", 
"mau gaet cewek yang banyak?", 
"Apa mau main-main?"
Buatku ini masih sangat membingungkan walaupun saat aku mau masuk kuliah aku punya tujuan yang harus aku capai. "Mencari ilmu dan pengalaman yang aku capai". 
Ada pula yang menjawab "aku ingin membahagiakan orang tua saya dikampung karena saya bukan seorang yang terlahir dari orang yang berlebih harta"


"apa hanya itu tujuan kalian?"
" itu bukan jawaban yang saya inginkan, kalian itu mahasiswa. Jawaban seperti itu ga mencerminkan kamu sebagai seorang Mahasiswa"
"Kamu itu sudah menjadi mahasiwa, siswa paling tinggi, paling hebat"
"Kalian orang-orang terpilih dari sekian juta rakyat Indonesia yang ingin kuliah, menggunakan almamater yang menjadi kebanggaan kalian"
"Apa Kalian Bangga dengan logo ditengah almamater kalian?"


Kurenungkan sejenak kata-kata senior yang juga mantan ketua BEMUniversitas. Berpikir lebih jauh dan mendalam, memang benar yang yang dikatakan Si Ketua BEM.
Kalau hanya ingin mencari ilmu, apa harus kuliah dengan menghabiskan uang berjuta-juta rupiah?Untuk masuk kuliah miniman 2 juta rupiah per semester dan jika kita lulus kuliah selama 8 semester kita menghabiskan 16 juta. Itu hanya untuk membayar biaya per semester, tugas, trasportasi, makan, juga kost belum masuk hitungan. 
Kalian kebayang tidak, dengan uang sebanyakn itu berapa ratus buku yang bisa kalian beli?? berapa banyak ilmu yang kalian dapat? so Buat Apa Kuliah?


Sebenarnya, saat kita beranjak dari satu tahun ke dua tahun, dari Sekolah Dasar ke SMP dan dari SMP ke SMA kita telah belajar sesuatu. Hal yang lebih dahsyat dan lebih hebat dari pada ilmu ilmu yang kalian dapat.

"MINDSET". Coba menoleh sedikit kebelakang. Apa yang kamu lakukan ketika kamu masih SD? Belajar hitung-hitungan, belajar membaca, dan bermain. Apa sama saat yang kamu lakukan ketika kamu SMP?

Ketika SD kamu tidak pernah memikirkan, apa yang harus aku lakukan besok? apa yang akan terjadi di masa depan kalau aku begini?
Ketika SMP kamu mulai mengenal tujuan hidup. Yang harus dilakukan besok dan apa yang terjadi dimasa depan.
Secara alami, kalian telah belajar tentang hal yang sangat penting dalam hidup. Mindset kamu.kamu telah berubah dengan sendirinya.So buat apa kuliah?

Mengutip dari http://ridwansyahyusufachmad.com/2012/06/19/buat-apa-sih-kuliah-jangankuliah/

Sobat, kata rektor saya dulu, biaya standar untuk seorang sarjana teknik adalah Rp.28.000.000 setiap semesternya. Jumlah yang yang gak kecil loh, coba saya tanya berapa biaya kuliah? Dulu saya di Itb 1.850.000 per semesternya. Kabarnya sekarang sudah mencapai hingga 5 juta rupiah per semesternya. Okelah kita pakai standar sekarang saja, dan dengan asumsi biaya sarjananya tetap.
Dengan asumsi ini saja saya bisa mengatakan kalau dalam satu semester, minimal kita sudah memiliki hutang 23 juta per semesternya. Hutang? Pasti banyak yang bertanya, itu hutang ke siapa? Hutangnya ke Rakyat Indonesia kawan. Mereka yang bayar pajak itu telah mensubsidi kuliah kamu, khususnya buat kamu yang kuliah di kampus negeri.
Pendidikan yang berkualitas itu hakekatnya memang mahal, pertanyaannya siapa yang akan menanggung biaya pendidikan tersebut? Dalam kasus Indonesia, rakyatlah yang juga dibebankan untuk membiayai kuliah kita.
Saat pertama kali masuk ITB beberapa tahun yang lalu, seorang alumni yang sangat senior berbicara dalam sebuah sesi seminar.
“untuk masuk ITB, perbandingan tingkat kompetisinya adalah 1 banding 20. Artinya ketika kamu bahagia karena telah masuk ITB, ada 19 anak muda Indonesia lain yang menangis kecewa karena gagal diterima di ITB.
Kamu kuliah di subsidi oleh rakyat, maka untuk membalas budi pengorbanan uang yang telah rakyat berikan, kamu minimal harus bisa kasih makan ke 76 orang lainnya. Darimana angka 76 tersebut?
Kita asumsikan 19 orang tersebut menikah dan memiliki dua anak saja, maka itu berarti 19 dikali 4 yaitu 76 orang”
Kata-kata tersebut selalu terngiang di benak saya hingga saat ini, saya selalu berpikir dan mencari jalan bagaimana bisa membuka kesempatan menambah penghasilan bagi 76 orang. Tentu bukan hanya dengan membuka lapangan kerja dengan menjadi entrepreneur, banyak cara untuk bisa berbagi seperti dengan aktivitas sosial.
Bagaimanapun caranya, itulah yang perlu kita sama-sama pikirkan. Bahwa kamu jadi mahasiswa itu tidak mudah dan tidak bisa asal-asalan. Kamu perlu tanya ke diri kamu, “saya mau berkontribusi apa selama jadi mahasiswa dan setelah lulus untuk negeri ini?
Karena kuliah kamu bukan hanya menyangkut diri kamu, tetapi juga ratusan juta rakyat Indonesia di masa kini dan masa depan. Mahasiswa seringkali disebut sebagai unsur perbaikan negara, ya benar adanya kalimat tersebut. Karena ditangan mahasiswa yang nantinya akan masuk ke dunia nyata lah negeri ini bergantung harapan.
Kamu kuliah, kamu termasuk dalam 18% rakyat Indonesia usia 18-23 tahun yang beruntung bisa menikmati bangku di perguruan tinggi. Jumlahnya tidak sampai 4.5 juta saja mahasiswa itu. Maka renungkanlah nasih 78%  rakyat Indonesia lainnya yang
Karena kamu itu mahasiswa, ada kata MAHA di depan siswa. Maha itu identik dengan tidak terbatas dan tidak pernah habis. Perlu di ingat, bahwa penggunaan kata MAHA itu identik dengan sesuatu yang berhubungan dengan Tuhan (e.g Maha Pengasih,dan Maha Penyayang). Menariknya bahasa Inggris nya dari Mahasiswa adalah student, atau terkadang ditambahkan College Student. Bahasa arabnya mahasiswa adalah thulabiy, sama dengan siswa. Mereka tidak menggunakan terminologi Great Student atau AkbaruThulabiy sebagai kata ganti mahasiswa.
Hanya di Indonesia yang menggunakan pola kata seperti ini. Kenapa? Karena ada sebuah harapan khusus bagi mahasiswa Indonesia untuk bisa memiliki karakter seorang MahaSiswa, seorang yang tidak pernah terbatas hasratnya untuk bisa menuntut ilmu.
Dalam sebuah lirik lagu perjuangan kampus yang berjudul “Kampusku”, sang pengubah lagu menuliskan seperti ini;
Berjuta Rakyat Menanti Tanganmu
Mereka Lapar dan Bau Keringat
Kusampaikan Salam Salam Perjuangan
Kami Semua Cinta Indonesia
Tapi kamu juga jangan terlalu Geer dulu dengan segala sanjungan untuk mahasiswa, itu gak sekeren itu kok, kadang malah cuma klise belaka. Saya malah berpikir terlalu banyak pujian untuk seorang yang menyandang label mahasiswa. Padahal jadi mahasiswa gak sekeren itu kok, apa sih mahasiswa? Belajar males, kajian kebangsaan cuek, demo di jalan gak mau, kegiatan pengembangan masyarakat juga gak peduli, bahkan fokus pada kompetensinya saja juga enggan.
Apa sih mahasiswa itu? Cuma mampu mejeng dengan tampang keren, sok bawa mobil ke kampus padahal uang orang tua. Bergaya sana sini, ganti pacar tiap bulan, gak nyimak dosen di kelas, ke kampus dandannya udah seperti mau ke resepsi pernikahan.
Ngapain sih tuh mahasiswa? Selama empat tahun di kampus akhirnya gak aplikasi ilmunya, berpikir gimana ngasih makan dirinya saja, lupa kalau dia di bayarin rakyat saat kuliah, jadi manusia hedon yang lupa kalau masih banyak rakyat yang lapar dan bau keringat.
Ah mahasiswa, apa pentingnya? Cuma bisa kritik keadaan negeri tanpa mau berpikir apa yang bisa ia lakukan untuk negerinya. Hanya ribut diantara mahasiswa, bakar ban dan akhirnya rakyat lagi yang kembali menderita.
HEI KAMU YANG MENGAKU MAHASISWA !
Coba sekarang saya tanya buat kamu yang mau lulus kuliah, buat apa sih kamu kuliah? Abis kuliah mau kemana?
‘ikutin aja kemana angin membawa’
‘yah kita lihat nantilah gimana abis wisuda’
‘mau kerja dulu deh, sambil mikir mau ngapain setelahnya’
Umm. Okey, tidak ada yang salah dengan kalimat-kalimat tersebut. Tetapi kalimat-kalimat ini menandakan masih banyak diantara mahasiswa dan alumni muda yang bahkan tidak tau mau ngapain setelah lulus.
Helloooo
Dimana #panggilanjiwa kamu kawan? Masih belum berjumpakah dengan #panggilanjiwa kamu itu? Atau bahkan kamu tidak berusaha mencarinya?
Sobat,apakah dunia kampus belum cukup untuk kamu dalam mem-#bangunmimpi? Butuh berapa lama lagi untuk kamu agar bisa menemukan dan merencanakan mimpi besar kamu sobat? Atau jangan jangan kamu lebih nyaman dalam ketidakpastian mimpi kamu?
Mereka yang tidak punya mimpi akan terjebak pada kegalauan hidup, dan bila kegalauan hidup menemani mereka maka ketidakpastian akan menjadi sahabat, dan akhirnya berujung pada ketidakjelasan manfaat hidup itu sendiri.
APA KONTRIBUSI KAMU UNTUK NEGERI?
Percuma saja kamu kuliah kalau ternyata pilihan jurusannya bukan yang kamu minati, bohong dengan #panggilanjiwa hanya untuk mengejar titel di kampus negeri saja. Hidup itu bukan sekedar titel kamu di dapat dimana, tetapi kamu mau berbuat apa dengan titel tersebut untuk kebaikan dan kebermanfaatan.
Kamu pikir jadi alumni dari kampus beken itu terjamin masa depannya kawan? Saya justru banyak kenal teman, senior, dan junior saya di kampus yang luntang-luntung gak jelas karena penuh kegalauan dalam menatap masa depan. Mereka tidak membangun karakter diri selama jadi mahasiswa. Akibatnya? Hidup segan, Mati enggan.

Lantas, apa yang bisa dibanggakan ketika setelah lulus hanya menjadi sekrup kapitalis yang menghambakan diri pada uang dan rela ketika sumber daya negeri ini dikeruk untuk kepentingan asing semata. Apa kalian lupa kalau kalian kuliah disubsidi oleh negara? Uang rakyat itu kawan? Hasil pajak mereka yang berharap negeri ini lebih baik.
Buat saya, percuma belajar mati-matian masuk perguruan tinggi kalau ujung-ujungnya hanya memetingkan isi perut belaka dan tidak mampu berkontribusi untuk bangsa. Sayang banget kawan, bila 4-5 atau bahkan 6 tahun kuliah pada akhirnya hanya menjadi perusak negeri, yang serakah atas kebutuhan dunia.
Atau lebih sadis lagi mereka para koruptor yang menghabiskan hidup untuk merusak moral sosial bangsa. Seharusnya mereka mereka inilah yang di klaim oleh Malaysia bukan budaya Indonesia.
Rakyat negeri ini membiayai kamu kuliah bukan hanya untuk mendapatkan IPK Cum Laude atau terancam Cum Laude. Yakin nih yang IPK nya 4.00 itu benar-benar cerdas? Jangan-jangan mereka cuma seorang robot yang jago menyelesaikan soal ujian, tetapi gamang dalam menghadapi soal kehidupan.
Kamu kuliah di kampus teknik, jadilah teknokrat yang visioner. Kuliah di fakultas hukum, jadilah advokat yang adil. Belajar di jurusan ekonomi, maka jadilah ekonom yang bijak. Atau bila kamu kuliah di kampus pertanian, bangunlah negeri ini dengan ilmu pertanian yang kamu miliki, jangan mangkir dari kompetensi dan malah berpikir untuk menjadi bankir.
Kuliah itu mahal kawan, setau saya di UI sudah Rp.25.000.000, di ITB bahkan ada yang mencapai Rp.50.000.000. Biaya per semester juga sudah semakin besar, lalu apa yang kamu cari setelah lulus? Hanya bekerja sebagai pegawai kah pilihan hidup kamu?
Masih banyak anak muda Indonesia yang tidak kuliah. Atau alumni kampus yang katanya beken dan akhirnya memilih untuk bersaing dalam job fair dengan alumni kampus yang katanya ga beken? Gak malu ya sobat?
Yuk kita berpikir #beda , jangan berpikir “mau kerja di perusahaan apa”, melainkan “mau buka lapangan kerja dimana ya”
Saya sering bilang ke mahasiswa ITB, buat apa kamu bangga masuk ITB kalau hanya bisa jadi mahasiswa KUPU KUPU alias kuliah pulang kuliah pulang. Mending kamu sekalian aja pulang ke rumah orang tua kamu. Karena kita kuliah bukan hanya untuk mengejar nilai, kita kuliah untuk menikmati proses pembelajaran diri dalam setiap kesempatan.
Malu lah pakai jaket kuning UI yang katanya keren itu kalau gak peka sama isu sosial masyarakat, hanya mengenal kuliah-kafe-mall saja. Helloo kawan, itu jaket kuning lambang perjuangan, apa kontribusi kamu untuk negara. Kalau kamu sudah berkontribusi untuk negeri, barulah boleh sedikit bangga dengan jaket kuning kamu sobat!
Atau mahasiswa UGM yang terkenal dengan jaket warna karun goni, itu warna kerakyatan, maka segen saya lihat mahasiswa UGM kalau melihat dan memikirkan realita rakyat aja gak mau. Jaket mu itu bukti pengorbanan sobat!
Malu lah gw jadi mahasiswa kalau sepanjang masa kuliahnya gak pernah demo di jalan
Ah capeklah kuliah itu kalau hanya mengejar Nilai tetapi anti sosial, menjadi manusia robot yang bangga jadi sekrup kapitalis.
Buat kamu yang baru lulus SNMPTN atau segala bentuk ujian masuk perguruan tinggi lainnya. Berani janji kontribusi apa selama jadi mahasiswa? Atau udah cukup bangga dengan label mahasiswa?
Masuk jurusan kedokteran kampus beken, tetapi gak mau praktek di daerah terpencil, hanya mau jadi dokter di kota. Hmm percuma deh, di kota di daerah daerah aja masih kekurangan dokter, di kota dokter menumpuk. Hmm mendingan mundur deh.
Ayolah kawan! Kita MAHAsiswa, ada kata Maha di depan siswa, masa masih sama sama aja konsep berpikirnya dengan mereka yang tidak sekolah. Malu la kita sama tukang bakso yang bisa punya 3 pegawai, mereka yang tidak kuliah aja bisa ngasih makan orang lain, lah mahasiswa? Bangun Idealisme itu kawan, sejak mahasiswa, kesempatan terakhir untuk membangun idealisme itu ada di kampus. Setelah lulus, kalian akan menikmati dunia nyata yang sangat kejam dan pragmatis.
Hidup itu bukan hanya tentang duit, duit, dan DUIT.
Mahasiswa itu #beda!
Yuk kita bangun konsep berpikir yang dewasa. Jangan bangga ke kampus pakai mobil orang tua untuk mejeng sana sini dan tidak peduli dengan lingkungan sekitar, manja dalam belajar serta lemah karakter. Percuma nanti di hari wisuda, para alumni itu hanya menambah daftar pengangguran negeri ini, buat apa kamu kuliah sobat?
Sobat, mari kita maknai dengan #bijak kenapa kita harus kuliah. Ini bukan hanya sekedar mengikuti kebiasaan banyak orang. Tetapi ini tentang upaya membuat diri kita lebih mampu berkontribusi untuk pembangunan bangsa.
Sobat, kamu mau berkontribusi apa selama kuliah?
“Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madyo Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani”
-Ki Hajar Dewantara 


[Read More...]


Cara Menghilangkan Rasa Galau



Yang baru putus, yang baru di selingkuhin, yang baru ngeliat pasangannya selingkuh, pasti merasakan kegalauan yang luar biasa. Secara, pasangan yang disayanginya sepenuh hati ternyata menyakitinya. Sakit.sakit sesakit-sakitnya.

Jam Berapa Blog kali ini mencoba memberikan tips buat untuk bisa menghilangkan Rasa Galau yang sobat alami. Semoga bisa berguna bagi kalian

1. Ajak Teman Berlibur
Dengan mengajak teman ke tempat wisata sepeti pantai, pegunungan ataupun ketempat-tempat permainan yang asik. Pikiran dan perasaan buat si Dia akan teralihkan kepada teman-teman kalian.

2. Cari Teman Yang Bisa Di Ajak Curhat
Rasa sakit yang kamu alami, perasaan galau yang terus-terusan disimpan akan menjadi lebih busuk dan menjadi lebih sakit bila di ingat-ingat. Lebih baik kamu keluarkan dengan bercerita kepada teman maupun sahabatmu agar perasaan "plong" dan mungkin temanmu bisa memberikan saran untuk menyelesaikan masalahmu.

3. Cobalah Untuk Menyelesaikan Masalah
Lari dari masalah bukanlah jalan terbaik. Masalah tidak akan bisa ditinggal pergi. Hal itu akan membuat masalah menjadi rumit. Yang terbaik adalah hadapilah masalah dengan hati yang dingin, otak yang fresh dan mental yang kuat. Walaupun sakit, percayalah disana ada kebaikan yang menunggu kamu.

4. Curhatlah Dengan Orang Tua
Orang tua , Ibu maupun ayah kalian yang hidupnya sudah lebih lama dan sudah makan berbagai penderitaan, rasa sakit, pasti pernah mengalami yang kalian rasakan. Yang berarti kemungkinan besar mereka punya solusi yang bisa kamu terapin dimaslah yang kamu hadapi

5. Makan Yang Banyak
Makanlah makanan yang kamu suka untuk menghilangkan rasa galau. Dengan memakan makanan yang kalain suka, apalagi banyak akan membuat kamu fokus pada kenikmatan makanan, bukan lagi pada rasa galau.

Setiap orang pasti punya masalah dan setiap orang pasti pernah mengalami kegalauan. Jam Berapa Blog hanya berbagi tips Cara Menghilangkan Rasa Galau untuk kamu. Supaya kamu bisa menghilangkan kegalauan.
[Read More...]


Cewek Memang Susah Di Tebak



Cewek, apalagi cantik, memang penuh dengan misteri. Keinginan, kemauan dan tindakannya sangat tidak bisa ditebak. Sering kali membuat kamu-kamu semua bingung dengannya. Jam Berapa Blog telah mengamati dan merangkum beberapa hal yang tentang cewek memang sudah ditebak.
 
Ketika Cewek Menangis, Kamulah yang salah
Ketika Kamu Menangis, Cewek Akan Pergi Meninggalkanmu ( Cewek Benci Cowok Lemah)
Ketika Kamu Menuruti Semua Keinginannya, Dia Akan Ngelonjak dan Memanfaatkanmu
Ketika Kamu Tidak Menurutinya, Kamu Bukanlah Seorang Penyayang
Ketika Kamu Sering Menemuinya, Dia Menganggap Kamu Membosankan
Ketika Kamu Tidak Menemuinya, Dia Menganggap Kamu Telah Selingkuh
Ketika Kamu Berdandan Rapi, Kamu Dianggap Menarik Wanita Lain
Ketiaka Kamu Tidak Rapi, Dia Menganggap Kamu Cowok Berantakan
Ketika Kamu Tidak Membantu Dia Menyeberang Jalan, Dianggap Tidak Punya Etika
Ketika Berhasil Membantu Menyeberang Jalan, Dianggap Modus
Ketika Kamu Datang Terlambat, Dia Memarahimu Habis-habisan
Ketika Dia Datang Terlambat, Maklumlah "Gue Cewek Gitu"
Ketika Kamu Memandang Cewek Lain, Dia Bilang " Genit "
Ketika Dia Ditatap Cowok Lain, Dia Bilang " Mereka Mengagumi Gue, Gue Kan Cantik"
Ketika Kamu Memujinya, Kamu Dianggap " Gombal Ah"
Ketika Kamu Tidak Memujinya, Kamu Dianggap Ga Romantis
Ketika Kamu Menciumnya, Dia Bilang "Kamu Ga Gentle"
Ketika Kamu Tidak Menciumnya, Kamu Bukan Lelaki
 Ketika Kamu Cemburu, Kamu Dianggap Jahat
Ketika Kamu Menciumnya Sebentar, Kamu Dianggap Dingin
Ketika Kamu Menciumnya Lama, Kamu Dianggap Kurang Ajar
Ketika Kamu Ingin Bercinta Dengannya, Dia Bilang " Kamu Tak Menghargaiku"
Ketiak Kamu Tak Ingin Bercinta Denganya, Dia Anggap Kau Tidak Suka Padanya
Ketika Kamu Bercinta Dengannya, Dia Bilang " Dewa Seks ni"
Ketika Tidak Bercinta Dengannya, Kamu Bukan Lelaki
Ketika Kamu Bercinta Dengan Wanita Lain, Dia Minta Putus
Ketika Dia Bercinta Dengan Lelaki Lain, Dia Bilang " Aku Dipaksa"
Ketika Bercinta Dia Diam, Dia Minta Dicumbu
Ketika Bercinta Kamu Diam, Dia pun Diam Saja
Ketika Kamu Berhasrat Bercinta Dengan Dia, Dianggap Kamu Hanya Butuh Tubuhnya
Ketika Kamu Tidak Berhasrat Bercintda, Dianggap Kamu Jual Mahal

Memang aneh dan unik. Wanita, makhluk yang diciptakan dengan banyak keindahan dan banyak misteri yang harus kita taklukan untuk menemani kita sampai akhir hayat. Namun, Jam Berapa Blog masih belum mengerti kenapa cewek susah ditebak?


 
[Read More...]


Yang Membuat Ketiak Sangat Bau Tidak Enak



Bau badan yang tidak normal sangatlah tidak nyaman, terlebih lagi jika sedang berada ditempat yang banyak orang maupun sedang bersama kekasih. Perasaan canggung dan malu pastilah sangat dirasakan. Lalu bagaimana cara mengatasi ketiak yang bau?

Untuk menyelesaikan permasalahan, haruslah tahu penyebabnya. Kalau disana ada asap, pasti disana ada api. Yaa,, begitulah seharusnya.Kalau ingin membuat ketiak berbau wangi, haruslah tahu dan mengerti penyebab ketiak berbau kurang sedap.

Sebau-baunya ketiak, ketiak mempunya peran yang sangat penting dalam metabolisme tubuh. Ketiak mempunyai fungsi mengeluarkan racun yang telah di saring oleh hati melalui keringat.Dengan keluarnya racun dari dalam tubuh, badan akan terhindar dari penyakit-penyakit yang berbahaya. Yang jadi permasalahannya, kenapa ketiak sangat bau?

Para ahli mengungkapkan beberapa penyebab baunya ketiak. Salah satunya karena bakteri yang tinggal di ketiak. Akan tetapi penyebab terbesar ketiak berbau tidak sedap adalahn eksresi intestinal. Zat racun akan dikeluarkan melalui pori-pori. Namun, dengan penggunaan deodoran, racun-racun itu akan tertahan di ketiak. Penyebab yang membuat ketiak sangat bau tidak enak adalah:

1. Pubertas
Ketika memasuki masa pubertas, baik cewek maupun cowok hormon-hormon yang ada ditubuh akan merangsang kelenjar kulit, termasuk didalamnya pada kelenjar kulit yang ada di ketiak. Ketika hormon, bakteri dan keringat bersatu menjadi satu kesatuan akan menjadi bau yang sangat menyengat dan tidak enak.

2. Makanan
Ini sudah pasti akan mempengaruhi bau keringat manusia. Buat kamu yang mau menjaga bau badan agar baunya tidak terlalu menyengat,sebaiknya menghindari makanan seperti; Bawang Putih, bawang merah, dan jinten.

3. Gangguan Hiperhidrosis
 hiperhidrosis merupakan gangguan yang bisa menyebabkan produksi keringat meebihi normal. Dengan keringat yang diatas normal, lebih berisiko menyebabkan bau badan yang tidak enak.
Ganguan ini biasanya disebabkan oleh; penggunaan obat-obatan, rokok dan alkohol

Untuk terhindar dari bau badan yang sangat menyengat, anda tidak perlu mengeluarkan uang banyak-banyak untuk membeli deodoran super mahal ataupun obat-obatan dengan harga yang selangit. Cukup menghidari makanan yang membuat ketiak sangat bau tidak enak.

Jam Berapa Blog juga menyarankan, untuk senantiasa berolahraga. Dengan berolahraga, keringat akan keluar juga bakteri serta racun-racun yang tertahan dipori-pori juga di ketiak
[Read More...]


Categories

Recent Comments

Popular Posts

Return to top of page Copyright © 2011 | Platinum Theme Converted into Blogger Template by Hack Tutors